Seminar Teknologi: Perkembangan VoIP di Indonesia

March 28th, 2009

Network Laboratory SKJK Jurusan Teknik Informatika – Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) akan mengadakan “Seminar Teknologi: Perkembangan VoIP di Indonesia”

Pelaksanaan Seminar
Senin, 4 Mei 2009, pukul 09.00 s/d 13.00 WIB
Lokasi :
Gedung Serba Guna - IT Telkom
Jl.Telekomunikasi No.1 Terusan Buah Batu
Dayeuhkolot Bandung 40257

Biaya Peserta
Mahasiswa                  : Rp. 25.000/peserta.
Non mahasiswa/umum   : Rp. 35.000/peserta.
Peserta yang mengikuti acara dari awal sampai akhir akan mendapat sertifikat.

Pembicara

Pembicara skala nasional :
Onno W. Purbo
Pendiri Computer Network Research Group (CNRG) ITB dan Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB serta Pelopor utama proyek Internet dengan Radio Paket, VOIP Merdeka, dan RT-RW-Net.

Pembicara pendamping:
Dr. M. Zuliansyah, ST., MT
Dosen KBK SKJK (Sistem Komputer dan Jaringan Komputer) Jurusan Teknik Infomatika IT Telkom. Peneliti dan praktisi dalam teknologi VoIP dan wireless.

Susunan Acara :
08.30-09.00     Registrasi Peserta
09.00-09.15     Pembukaan: Sambutan ketua jurusan Teknik Informatika (Fazmah Arif Yulianto, ST.,MT.)
09.15-10.15     Pemaparan pembicara pendamping (Dr. M. Zuliansyah, ST., MT)
10.15-10.30     Sesi tanya jawab 1
10.30-10.35     Pemberian plakat
10.35-11.00     Break (diisi oleh hiburan)
11.00-12.30     Pemaparan pembicara utama (Onno W. Purbo) & simulasi VoIP
12.30-12.45     Sesi tanya jawab 2
12.45-12.50     Pemberian plakat
12.50-13.00     Door Prize & Penutupan
13.00-selesai     Makan siang tamu undangan

Contact Person:
Radit - 08122456687
Dhilla - 085624696990
Info lebih lanjut dapat mengakses website: http://adit279.com/seminar-voip

Pendaftaran seminar dapat melalui email dengan mengirimkan data setiap peserta ke: adit279@yahoo.com
Subject email : voip
Nama Lengkap : …..
Institusi : …..
No HP : …..
email : …..

Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui:
Bank: Mandiri Martadinata Bandung
No Rek: 131-0002369652
Atas Nama : Radityo B
Jika sudah melakukan pembayaran, harap konfirmasikan via sms ke Radit - 08122456687

Alamat surat menyurat:

Network Laboratory SKJK Dept. Teknik Informatika
Jl.Telekomunikasi No.1, Gedung F Lt.2 (F-210)
Institut Teknologi Telekomunikasi (IT Telkom)
Dayeuh Kolot, Bandung 40257 - Indonesia
Email : adit279@yahoo.com

Link WebSite Seminar VoIP IT Telkom:
Info Susunan Acara
Sepintas Teknologi VoIP
Penyelenggara
Peta Lokasi
Panitia
Pendaftaran

Informatika Lab'z , , ,

Knapsack Problem dengan Algoritma Genetika

January 18th, 2009

1. KNAPSACK PROBLEM

Knapsack Problem merupakan suatu masalah bagaimana cara menentukan pemilihan barang dari sekumpulan barang dimana setiap barang mempunyai weight dan profit masing-masing, sehingga dari pemilihan barang tersebut didapatkan profit yang maksimum.

Knapsack problem merupakan salah satu dari persoalan klasik yang banyak ditemukan dalam literatur-literatur lama dan hingga kini permasalahn tersebut masih sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh nyata dari Knapsack Problem ini misalnya, jika ada seorang pedagang barang kebutuhan rumah tangga yang berkeliling menggunakan gerobak. Tentu saja gerobaknya memiliki kapasitas maksimum, sehingga ia tidak bisa memasukkan semua barang dagangannya dengan seenak hatinya. Pedagang tersebut harus memilih barang-barang mana saja yang harus ia angkut, dengan pertimbangan berat dari barang yang dibawanya tidak melebihi kapasitas maksimum gerobak dan memaksimalkan profit dari barang-barang yang ia bawa.

Banyak algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan Knapsack Problem ini, misalnya Algoritma Brute Force, Branch and Bound, Greedy, dana lain-lain. Untuk tugas AI kali ini, kami akan mencoba menyelesaikan Knapsack Problem dengan menggunakan Algoritma Genetika.

2. ALGORITMA GENETIKA

Algoritma genetika adalah algoritma komputasi yang diinspirasi oleh teori evolusi yang kemudian diadopsi menjadi algoritma komputasi untuk mencari solusi suatu permasalahan dengan cara yang alamiah. Algoritma ini dikembangkan oleh Goldberg yang terinspirasi dari teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa kelangsungan hidup suatu makhluk dipengaruhi oleh aturan “yang kuat adalah yang menang”. Darwin juga mengatakan bahwa kelangsungan hidup suatu makhluk dapat dipertahankan melalui proses reduksi, crossover, dan mutasi.

Sebuah solusi yang dibangkitkan dalan Algoritma Genetika disebut sebagai kromosom, sedangkan kumpulan kromosom-kromosom tersebut disebut sebagai populasi. Sebuah kromosom dibentuk dari komponen-komponen penyusun yang disebuat sebagai gen dan nilainya dapat berupa bilangan numerik, biner, simbol atau pun karakter tergantung dari permasalahan yang ingin diselesaikan. Kromosom-kromosom tersebut akan berevolusi secara berkelanjutan yang disebut dengan generasi. Dalam tiap generasi, kromosom-kromosom tersebut dievaluasi tingkat keberhasilan nilai solusinya terhadap masalah yang ingin diselesaikan (fungsi_objektif) menggunakan ukuran yang disebut fitness.

Untuk memilih kromosom yang tetap dipertahankan untuk generasi selanjutnya, dilakukanlah proses seleksi. Kromosom dengan nilai fitness tinggi akan memiliki peluang lebih besar untuk terpilih lagi pada generasi selanjutnya.

Offspring merupakan kromosom-kromosom baru yang dibentuk dengan cara melakukan perkawinan antar kromosom dalam satu generasi, atau sering disebut sebagai proses crossover. Jumlah kromosom yang mengalami crossover ditentukan oleh parameter Pcrossover. Mekanisme perubahan susunan unsur penyusun makhluk hidup akibat adanya faktor alam disebut dengan mutasi. Jadi, mutasi direpresentasikan sebagai suatu proses berubahnya satu atau leih nilai gen dalam kromosom dengan suatu nilai acak. Jumlah gen dalam populasi yang mengalami mutasi ditentukan oleh parameter Pmutasi. Setelah beberapa generasi akan dihasilkan kromosom-kromosom yang nilai gennya konvergen ke suatu nilai tertentu yang merupakan solusi terbaik yang dihasilkan oleh Algoritma Genetika terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan.

Read more…

Kuliah IT Telkom ,

Dasar Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

1.1 Kelebihan Wireless LAN

Wireless local area network (LAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.

  • Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang  real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam  ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
  • Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
  • Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
  • Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
  • Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi  dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.

1.2 Cara Kerja Wireless LAN

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk  menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access  wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held computer.

Read more…

Informatika Lab'z , ,

Kelemahan/Ancaman Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

Masalah keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam jaringan komputer, terutama dalam jaringan wireless. Kehadiran berbagai vendor produk wireless yang menyajikan beragam produk dengan harga terjangkau turut andil menjadi pendorong maraknya penggunaan teknologi wireless. Teknologi wireless ini tidak hanya cocok untuk digunakan pada kantor ataupun pengguna bisnis. Pengguna rumahan juga bisa menggunakan teknologi ini untuk mempermudah konektivitas. Makalah ini lebih ditujukan untuk memberikan informasi mengenai ancaman serta cara cepat dan mudah untuk mengamankan jaringan wireless. Seperti sudah dibahas di awal, teknologi wireless memang relatif lebih rentan terhadap masalah keamanan. Sesuai namanya, teknologi wireless menggunakan gelombang radio sebagai sarana transmisi data. Proses pengamanan akan menjadi lebih sulit karena Anda tidak dapat melihat gelombang radio yang digunakan untuk transmisi data.

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Seringkali wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address, remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut masih standart bawaan pabrik.

WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offline.

Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:

1. Celah Keamanan

Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya:

- Sniffing to Eavesdrop

Paket yang merupakan data seperti akses HTTP, email, dan Iain-Iain, yang dilewatkan oleh gelombang wireless dapat dengan mudah ditangkap dan dianalisis oleh attacker menggunakan aplikasi Packet Sniffer seperti Kismet.

- Denial of Service Attack

Serangan jenis ini dilakukan dengan membanjiri (flooding) jaringan sehingga sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan paket-paket yang rusak.

- Man in the Middle Attack

Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan authentikasi masih dapat ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi protokol jaringan tersebut. Salah satunya dengan mengeksploitasi Address Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hacker yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut.

- Rogue/Unauthorized Access Point

Rogue AP ini dapat dipasang oleh orang yang ingin menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara ilegal/tanpa izin. Tujuannya, penyerang dapat menyusup ke jaringan melalui AP liar ini.

- Konfigurasi access point yang tidak benar

Kondisi ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi sistem keamanan AP.

Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless di atas dilakukan dengan cara yang dikenal sebagai Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, atau WarSpying. Banyaknya access point/base station yang dibangun seiring dengan semakin murahnya biaya berlangganan koneksi Internet, menyebabkan kegiatan hacking tersebut sering diterapkan untuk mendapatkan akses Internet secara ilegal. Tentunya, tanpa perlu membayar.

2. Hide SSID

Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang di-hidden antara lain: kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack dan masih banyak lagi. Berikut meupakan aplikasi Kismet yang secang melakukan sniffing.

hide-ssid

Read more…

Informatika Lab'z

Pegamanan Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

Jika menggunakan jaringan kabel biasa, tentu bisa dipastikan bahwa kabel yang digunakan tidak akan disadap secara fisik. Hal tersebut tidak bisa Anda lakukan pada jaringan wireless. Kita tidak bisa menjaga sesuatu yang Anda sendiri tidak bisa melihatnya, yaitu gelombang radio. Inilah yang membuat proses pengamanan jaringan wireless menjadi lebih sulit.Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan jaringan wireless. Memang, tidak ada yang bisa menjamin jaringan wireless akan 100% aman, namun setidaknya metode yang digunakan akan cukup efektif untuk mempersulit para penyusup untuk masuk ke dalam jaringan wireless. Ada beberapa trik terbaik yang dapat diimplementasikan dengan mudah untuk meningkatkan keamanan wireless ini. Dengan cara tersebut, jaringan wireless diharapkan akan menjadi lebih aman dari kemungkinan serangan para penyusup.

1. Memakai enkripsi.

Data dikirimkan melalui gelombang radio. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin keamanan data. Bisa saja para penyusup menyadap semua data yang lewat, tentunya tanpa diketahui. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAP) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. WEP memang mempunyai beberapa lubang di keamanannya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk mengatur metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, AP tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan gunakan WEP dengan tingkat enkripsi yang lebih tinggi. Pada umumnya, device WLAN memiliki enkripsi WEP 40, 64, atau 128 bit. Perangkat yang lebih baru bahkan menyediakan tingkat enkripsi sampai 256 bit. Semakin tinggi tingkat enkripsi WEP yang Anda gunakan memang akan menjadikan jaringan semakin aman. Namun di sisi lain, tingkat enkripsi yang semakin tinggi juga akan memperlambat kinerja jaringan karena akan membebani AP/CPU dalam melakukan proses decrypt. Namun, apabila ada yang mencoba melakukan hacking, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Pada umumnya, pilihan enkripsi WEP 128 bit (dipotong IV 24 bit menjadi 104 bit) merupakan kombinasi ideal untuk kecepatan dan keamanan.

2. Gunakan enkripsi yang kuat.

Karena kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA). WPA menggunakan protokol Temporary Key Integrity Protocol (TKIP) yang relatif lebih aman karena sebelum proses transfer berlangsung, kedua belah pihak sudah menyepakati kunci khusus. Password yang digunakan hanya akan dikirimkan sekali. Dengan menggunakan kunci khusus yang telah disepakati, setiap paket data akan mendapatkan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi. Dengan cara ini, para penyusup seharusnya tidak bisa mendapatkan kode asli. Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP.

gunakan-enkripsi-yang-kuat

Read more…

Informatika Lab'z , ,

Instructional Design (Dick and Carey, Robert Gagne’s & Kemp)

December 13th, 2008

I. Pengertian Instructional Design

Instructional design  merupakan cara untuk menyusun media teknologi komunikasi dan isinya untuk membantu agar mempermudah transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Selain itu, instructional design juga dapat didefinisikan sebagai proses yang ditingkatkan melalui analisis dari pembelajaran yang dibutuhkan dan pengembangan yang sistematik dari material pembelajaran. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi, dan juga sering menggunakan teknlogi dan multimedia sebagai tool untuk meningkatkan instruksinya. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji pada ilmu atau seni dalam pembelajaran dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.

Sebagai suatu disiplin, desain pembelajaran secara historis dan tradisional berakar pada psikologi kognitif dan perilaku. Namun istilah ini sering dihubungkan dengan istilah yang berbeda dalam bidang lain, misalnya dengan istilah desain grafis. Walaupun desain grafis (dari perspektif kognitif) dapat memainkan peran penting dalam desain pembelajaran, namun keduanya adalah konsep yang terpisah.

Tiga tujuan dari proses Instructional Design adalah :

  • Untuk mengidentifikasi hasil dari instruksi
  • Sebagai pedoman pengembangan content instruksional (scope dan sequence)
  • Untuk menetukan bagaimana keefektivan instruksional akan dievaluasi

Terdapat 3 tipe strategi pada teori Instruction Design:

  1. Strategi Organizational yaitu penjabaran dalam level mikro ataupun makro dan setuju dengan cara penyampaian yang terurut.
  2. Strategi Delivery difokuskan dengan keputusan yang mempengaruhi cara penyampaian informasi ke learner dan pemilihan media instructional.
  3. Strategi Management meliputi keputusan yang akan membantu learner untuk berinteraksi dengan aktivitas yang didesain untuk proses pembelajaran.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari instructional design model yang akan dibahas pada tulisan ini:

  1. Dick and Carey Model
  2. Robert Gagne’s  Model
  3. Kemp Model

Read more…

Kuliah IT Telkom

Sistem Manajemen Nasional (Sismennas)

December 11th, 2008

Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tujuan politik bangsa Indonesia harus dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Untuk itu, pembangunan di segala bidang perlu dilakukan. Dengan demikian, politik pembangunan nasional harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945 alinea ke-4.

Politik dan strategi nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR. Selanjutnya, pelaksanaannya dilaksanakan oleh presiden/ Mandataris MPR. GBHN pada dasarnya merupakan haluan negara tentang pembangunan nasional yang ditetapkan setiap lima tahun dengan mempertimbangkan perkembangan dan tingkat kemajuan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia. Pelaksanaannya dituangkan dalam pokok-pokok kebijaksanaan pelaksanaan pembangunan nasional yang ditentukan oleh presiden sebagai mandataris MPR dengan mendengarkan dan memperhatikan sungguh-sungguh pendapat dari lembaga tinggi negara lainnya, terutama DPR. Kebijaksanaan yang telah mendapat persetujuan dari lembaga tinggi negara, khususnya DPR, merupakan politik pemerintah. Jadi, politik pemerintah tidak menyalahi jiwa demokrasi dan tetap berpedoman pada ketetapan MPR.

Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan keterpaduan tata nilai, struktur, dan proses. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi, daya guna, dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber dana dan daya nasional guna mewujudkan tujuan nasional. Karena itu, kita memerlukan sistem manajemen nasional. Sistem manajemen nasional berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan, pelaksanaan, dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban sosial, politik, dan administrasi.

Read more…

Kuliah IT Telkom

ERP Solusi Terpadu Sistem Informasi Perusahaan

December 10th, 2008

Pendahuluan

ERP (Enterprise Resource Planning) System adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.

Sistem ERP adalah sebuah terminologi yang secara de facto adalah aplikasi yang dapat mendukung transaksi atau operasi sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya sebuah perusahaan, seperti dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu, material dan kapasitas.

ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Costumer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.

Sistem ERP dibagi atas beberapa sub-sistem yaitu sistem Financial, sistem Distribusi, sistem Manufaktur, sistem Maintenance dan sistem Human Resource. Untuk mengetahui bagaimana sistem ERP dapat membantu sistem operasi bisnis Perusahaan. Software ERP yang banyak beredar antara lain: SAP, JDE, BAAN, MFGPro, Protean, Compiere, Adempiere, dll

Read more…

Kuliah IT Telkom

New Technology File System (NTFS)

December 10th, 2008

Sekilas Sejarah NTFS

Pada awal tahun 1990, Microsoft ingin menciptakan suatu system file yang memiliki kualitas dan kecepatan tinggi serta dapat menjamin dan mengamankan sistem operasi. Saat itu, Microsoft telah memiliki system operasi yaitu MS-DOS dan Windows 3.x yang diharapkan memiliki kelebihan tersendiri untuk menyaingi UNIX dan system operasi lainya. Salah satu kelemahan dari system operasi MS-DOS dan Windows 3.x yaitu system ini masih tergantung pada file system FAT dimana file system ini memiliki banyak kekurangan dalam hal penyimpanan data dan proses manajemen file.

Pada saat yang bersamaan, Microsoft akan membuat suatu system operasi yang terbaru yaitu Windows NT. Oleh karena itu, untuk menghindari timbulnya kelemahan dari system operasi tersebut akibat penggunaan file system FAT, maka Microsoft harus membuat file system baru yang tidak lagi bergantung pada file system FAT. File system itu kemudian diberi nama New Technology File System atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama NTFS.

Microsoft membuat desain dari file system NTFS ini berdasarkan analisis kebutuhan dari system operasi baru yang akan dibuatnya. Bagaimanapun NTFS tidak seluruhnya baru, sebab sebagian dari konsopnya didasarkan pada file system yang lain.

Fitur Utama NTFS

NTFS merupakan sebuah sistem file yang fleksibel dan ampuh sebagaimana yang dapat kita lihat dalam model sistem file sederhana. Fitur yang paling bermanfaat dari NTFS antara lain yaitu:

  • Recoverabilitas: tinggi dalam daftar dari persyaratan untuk sistem file W2K yang merupakan kemampuan untuk kembali dari sistem yang hancur dan kesalahan disk. Dalam kesalahan ini, NTFS mampu untuk mengonstruksikan kembali volume disk untuk sebuah keadaan yang konsisten. Ini dilakukan dengan menggunakan sebuah model pemrosesan transaksi untuk perubahan sistem file; masing-masing perubahan yang signifikan diperlakukan sebagai sebuah aksi atomik yang seluruhnya dilakukan atau tidak dilakukan sama sekali. Masing-masing transaksi yang berada dalam proses waktu dari kesalahan merupakan bagian dari proses back up atau proses penyelesaian. Sebagai tambahan, NTFS menggunakan penyimpanan yang berulang untuk data sistem file kritis sehingga kesalahan dari sebuah sektor disket tidak berakibat hilangnya dari data yang menjelaskan struktur dan status dari sistem file.
  • Security (keamanan): NTFS menggunakan model objek W2K untuk mendorong keamanan. Sebuah file terbuka diimplementasikan sebagai sebuah objek dengan sebuah penjelasan keamanan yang mendefinisikan dalam atribut keamanan.
  • Disk yang besar dan file yang besar: NTFS mendukung disk yang sangat besar dan file yang sangat besar yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem file lainnya termasuk FAT.
  • Arus Data Multiple: isi aktual dari sebuah file diperlakukan sebagai sebuah arus byte. Dalam NTFS memungkinkan untuk mendefinisikan sebuah arus data multiple untuk sebuah file tunggal. Sebuah contoh dari utilitas fitur ini adalah membolehkan W2K digunakan oleh sistem Macintosh terpisah untuk menyimpan dan mengembalikan file. Dalam Macintosh, masing-masing file memiliki dua komponen, data file dan sebuah sumber fork yang mengandung informasi tentang file. NTFS memperlakukan dua komponen ini sebagai dua arus data.
  • Fasilitas Indeks Umum: NTFS mengasosiasikan sebuah koleksi atribut dengan masing-masing file. Kumpulan dari deskripsi file dalam sistem manajemen file diorganisasikan sebagai sebuah database relasional sehingga file dapat diindeks oleh atribut mana saja.

Read more…

Informatika Lab'z

Model Driven Architecture (MDA)

December 10th, 2008

Pendahuluan

a. Latar Belakang

Design merupakan bagian terpenting dari tahapan pembangunan perangkat lunak. Bila kesalahan terdapat pada tahap ini, maka bisa menimbulkan kesalahan pada perangkat lunak yang terbangun nantinya. Biasanya tahap coding yang bertujuan untuk mengimplementasikan design harus dilakukan manual, dan hal ini menghabiskan cukup banyak waktu pengembangan perangkat lunak. Melihat permasalahan ini, dibutuhkan suatu pendekatan baru yang berfokus pada design dan tidak terganggu oleh proses coding. Model-Driven Architecture merupakan pendekatan baru yang bisa mengakomodir kepentingan ini.

b. Pengertian MDA

MDA atau Model-Driven Architecture merupakan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang berfokus kepada tahap modelling. MDA memisahkan antara application logic dan business logic, sehingga pembangunan software hanya perlu berfokus pada pemodelan tanpa dipusingkan oleh coding. MDA tools menyediakan kemudahan untuk men-generate code dari design atau model yang sudah dibuat. Selain itu, model yang sudah dibuat dapat digunakan kembali apabila suatu saat akan dibuat perangkat lunak serupa dengan platform yang berbeda.

Read more…

Informatika Lab'z

Model View Controller (MVC)

December 10th, 2008

Pengembangan perangkat lunak akan selalu mengalami perubahan, terutama perubahan kode pada interface suatu aplikasi, karena interface merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan user , dan inilah yang menjadi hal mendasar bagi user demi  kemudahan penggunaan aplikasi. Dengan perubahan yang terjadi, maka akan muncul potensi untuk terjadi perubahan juga pada bagian lainnya, dan akan menjadikan system menjadi semakin kompleks dan rumit.

Untuk  mengatasi masalah tersebut, maka diperkenalkanlah sebuah arsitektur  atau pola yang disebut Model View Controller (MVC). Model View Controller (MVC) adalah sebuah pola yang dapat membangun proyek perangkat lunak lebih efektif karena dilakukan dengan memilah komponen antara Model, View, dn Controller pada bagian- bagian dalam proyek.

Dalam MVC dikenal tiga komponen pembangun, di mana ada interaksi yang terjadi di antara mereka.

mvc Read more…

Informatika Lab'z

Extreme Programming (XP)

December 10th, 2008

Abstrak

Extreme Programming (XP) merupakan salah satu metodologi dalam rekayasa perangkat lunak dan juga merupakan satu dari beberapa agile software development methodologies yang berfokus pada coding sebagai aktivitas utama di semua tahap pada siklus pengembangan perangkat lunak (software development lifecycle). Metodologi ini mengedepankan proses pengembangan yang lebih responsive terhadap kebutuhan customer (”agile”) dibandingkan dengan metode-metode tradisional sambil membangun suatu software dengan kualitas yang lebih baik.

Extreme Programming muncul menawarkan sebuah disiplin baru dalam pengembangan software secara agile. Nilai dasar yang terkandung di dalam Extreme Programming adalah: Komunikasi (Communication), Kesederhanaan (Simplicity), Umpan balik (Feedback) Keberanian (Courage) dan menghormati (Respect).

Kata Kunci: Extreme Programming, agile, coding, komunikasi, kesederhanaan, umpan balik, keberanian, menghormati.

Latar Belakang XP

Requirement yang berubah dengan cepat menuntut lifecycles yang lebih pendek, dan tidak selaras dengan metoda pengembangan tradisional, yang pada umumnya memerlukan disain luas di awal dan mengakibatkan perubahan desain yang terjadi kemudian memerlukan biaya yang lebih tinggi atau kehilangan milestones.

Berdasarkan hal ini kemudian dilahirkan konsep XP yang digagas oleh Kent Beck dan Ward Cunningham pada Maret 1996. Metode XP merupakan yang terpopuler dari beberapa metodologi pengembangan software yang dipakai untuk mengimplementasikan proyek pengembangan perangkat lunak.

Read more…

Informatika Lab'z

Sejarah Singkat Komputer & Internet

December 10th, 2008

Sejarah Perkembangan Komputer secara umum dapat dibagi menjadi 2 bagian:

  1. Sebelum tahun 1940
  2. Sesudah tahun 1940

Semakin berkembangnya dunia IT di Indonesia, menjadikan masyarakat ingin merasakan kemudahan-kemudahan yang didapat dengan bantuan IT. Kemudahan tersebut sangat membantu sektor lain dalam mengembangkan diri. Sebagai contoh, sistem perkuliahan tidak perlu mengeluarkan banyak dokumen (kertas) dalam mencatat administrasinya, juga dalam hal pengarsipan. Contoh lain bisa dilihat dengan bantuan IT, komunikasi antar perusahaan (pusat dan cabang) dapat dilakukan lebih cepat dan terdokumentasi dengan bantuan e-mail, chatting, bahkan video conference.

Namun, kemudahan-kemudahan tersebut harus ditukar dengan biaya yang cukup mahal. Sehingga jika kita tidak menghitung pengeluaran yang akan dibutuhkan untuk IT, bisa jadi malah harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Dari sisi manajemen, hal tersebut merupakan kebijakan yang salah dalam membangun suatu sistem.

Komponen yang dibutuhkan dunia IT, bisa dibagi menjadi bagian:

  1. Hardware (Perangkat Keras)
  2. Software (Perangkat Lunak)
  3. Brainware (Manusia)

Hardware sangat dibutuhkan karena menjadi garis depan dalam dunia IT. Sayangnya, Hardware harus bisa di kendalikan sehingga bisa menjadi suatu sistem yang berguna. Software dibutuhkan untuk mengendalikan hardware supaya bisa digunakan sesuai dengan rancangan System. Terakhir, Brainware yang akan menggunakan Software tersebut yaitu manusia.

Read more…

Kuliah IT Telkom

ATHG Selama Liburan Idul Fitri

December 9th, 2008

Hari raya Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum Muslimin seluruh dunia, karena hari itu merupakan hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Khusus untuk Bangsa Indonesia hari raya Iedul Fitri dirayakan secara besar besaran. Mulai dari pemerintah, kantor-kantor, unit usaha atau bisnis sampai pelajar dan keluarga menyambut dengan suka cita dan bak menyambut tamu agung. Pemerintah memberi waktu libur seluruh Negeri secara khusus dan bersama - sama selama beberapa hari. Demikian pula kantor-kantor Pemerintah maupun swasta, sekolah dan bahkan bisnis, semua menyambut hari raya dengan meliburkan karyawannya sesuai program Pemerintah. Kesempatan itu dipergunakan oleh Bangsa Indonesia untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga baik yang bertempat tinggal di kota dan di desa. Untuk warga yang merantau, momen lebaran ini akan dimanfaatkan sebagai acara mengunjungi orang tua, sanak kerabat dan teman-teman di kampung atau daerah asal perantau tersebut. Acara balik kampung ini disebut dengan acara Mudik.

Untuk melakukan mudik ini, tiap keluarga akan memersiapkan secara cermat dan penuh perhitungan agar acara mudik dapat berlangsung secara aman, lancar dan sukses. Sukses dalam arti lahir dan batin. Sukses lahir dapat diartikan bahwa pemudik dapat bersilaturahmi dengan sanak kerabat dan handai taulan dengan aman, selamat dan menyenangkan. Sedangkan sukses dalam arti batin, pemudik dapat memperoleh kepuasan batin, dapat mengobati rasa rindu kepada kehidupan masa kecilnya setelah selama setahun bergulat dengan kerasnya kehidupan di kota atau daerah lain. Disamping itu dapat membahagiakan orang tua. Yang tidak kalah bahagianya adalah saat bertemu tema-teman masa kecil yang sama-sama merantau, karena masing-masing akan menceritakan pengalamannya bekerja atau berusaha di tanah rantau.

Kegiatan mudik, dilakukan secara serentak oleh hampir seluruh Bangsa Indonesia baik dari kota besar, kota kecil maupun dari Luar negeri. Mengingat jumlah pemudik sangat besar dan berlalu lalang dari satu tempat ke tempat lain pada saat yang bersamaan, sedangkan fasilitas dan sarana terbatas, maka banyak persoalan yang akan timbul sebagai ekses dari kegiatan tersebut. Akibat tersebut berupa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan atau populer disebut ATHG.

Timbulnya ATHG disebabkan karena kegiatan mudik dilakukan dengan meninggalkan rumah dan tempat tinggal, bahkan hampir 75 % penghuni suatu kompleks atau hunian meninggalkan tempat tinggalnya, masalah transportasi, masalah finansial, masalah ketersediaan tempat makan di perjalanan, masalah sarana transportasi dll.

  1. Masalah keamanan hunian yang ditinggalkan.
  2. Masalah Transportasi.
  3. Masalah finansial.
  4. Masalah Ketersediaan sarana dan bahan makanan.
  5. Masalah Bahan Bakar Minyak.

Read more…

Kuliah IT Telkom , , ,

Demokrasi & Pelaksanaannya di Indonesia

December 9th, 2008

Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaanwarga negara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Atau dengan kata lain, Demokrasi dapat dikatakan sebagai kekuasaan atau pemerintahan ada ditangan rakyat, yaitu kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Macam-Macam Demokrasi:

  1. Demokrasi Sederhana (terdapat di desa).
  2. Demokrasi Barat (kontinen dan Amerika, terdapat di barat).
  3. Demokrasi Kapitalis.
  4. Demokrasi Timur (Negara sosialis seperti Unisoviet, cina, Korut).
  5. Demokrasi Tengah (dianut saat Jerman masa Hitler Dan Itali Masa Mussolini).
  6. Demokrasi Parlementer adalah suatu demokrasi yang menempatkan kedudukan badan legislatif lebih tinggi dari pada badan eksekutif.
  7. Demokrasi sistem pemisahan kekuasaan.
  8. Demokrasi sistem referendum adalah pengawasan dilakukan oleh rakyat dengan cara referendum.

Model Demokrasi:

  1. Model demokrasi berwawasan radikal (radical democracy)adalah demokrasi yang ditandai dengan kuatnya pandangan bahwa hak-hak setiap warganegara dilindungi dengan prinsip persamaan di depan hukum.
  2. Model demokrasi berwawasan liberal (liberal democracy) merupakan demokrasi yang lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warganegara, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
  3. Model demokrasi klasik Athena.
  4. Model demokrasi republikanisme protektif dan republika-nisme  perkembangan.
  5. Model demokrasi pro-tektif dan demokrasi developmental, dimana demokrasi ini menempatkan penge-tahuan berpolitik bagi individu, dan bukan menyandarkan mereka pada perlindungan penguasa.
  6. Model demokrasi langsung, yang menempatkan tiap individu memilih dan merealisasikan keinginan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
  7. Model demokrasi kompetisi elite, yang berisi metode pemilihan elite politik yang mampu mengambil keputusan yang diperlukan.
  8. Model pluralisme, yaitu mementingkan kebebasan politik bagi minoritas.
  9. Model demokrasi legal, yang mementingkan prinsip mayoritas yang mampu berfungsi dengan pantas dan bijak.
  10. Model demokrasi partisipatif, yaitu sebuah hak yang sama pada kebebasan dan pengem-bangan diri yang dapat diperoleh dalam sebuah ‘masyarakat partisipatif’.
  11. Model demokrasi deliberatif, yaitu persya-ratan kelompok politik yang dilakukan dengan kesepakatan warga negara yang bebas dan berdasarkan pada nalar.
  12. Model otonomi demokrasi dan demo-krasi kosmopolitan, yaitu demokrasi yang mementingkan kesetaraan dalam sebuah komunitas nasib yang saling melengkapi.
  13. Model demokrasi Terpimpin.
  14. Model demokrasi Pancasila.

Read more…

Kuliah IT Telkom

ASIC (Application Specific Integrated Circuit)

December 9th, 2008

ASIC (application specific integrated circuit) adalah microchip atau semikonduktor yang dirancang untuk aplikasi dengan fungsi yang sangat spesifik atau CPU untuk keperluan khusus sesuai dengan tujuan chip tersebut dibuat. ASIC biasanya digunakan pada produk elektronik seperti kamera, handycam, printer, switch dan lain-lain. Rancangan ASIC melibatkan banyak fungsi dari sebuah library dan mengintegrasikannya kedalam sebuah sirkuit, dan biasanya didesain dalam format full custom design. Dengan menggunakan format ini ada beberapa keuntungan yang didapatkan, antara lain penggunaan area yang lebih sedikit, peningkatan performa serta kemampuan pengintegrasian dengan komponen analog. ASIC modern saat ini biasanya terdiri dari processor 32-bit, blok memori seperti ROM, RAM, EEPROM, dan Flash serta komponen lainnya.

Prinsip Kerja

Prinsip kerja chip ASIC pada umumnya sama dengan cara kerja IC lainnya yaitu dengan menggunakan sel logika, yang merupakan suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Sel logika biasanya diimplementasikan secara elektronis menggunakan dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen-komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay). Tiap-tiap sel logika mempunyai beberapa jumlah masukan. Biasanya berjumlah dua hingga 10 masukan. Sel-sel logika juga mempunyai keluaran yang berjumlah satu atau dua, tergantung dari jenis fungsinya.

Sel logika dan komponen lainnya disusun sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk keperluan khusus sesuai dengan tugas yang dikerjakannya, dan instruksi yang ditempatkan pada chip tersebut adalah instruksi yang benar-benar bermanfaat dengan tugas yang akan dilaksanakannya. Akibatnya, tentu biaya dari teknologi tersebut akan lebih rendah, baik dari segi perancangan maupaun proses pabrikasi, sehingga lebih bernilai ekonomis dan powerful.

Read more…

Kuliah IT Telkom