ATHG Selama Liburan Idul Fitri
Hari raya Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum Muslimin seluruh dunia, karena hari itu merupakan hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Khusus untuk Bangsa Indonesia hari raya Iedul Fitri dirayakan secara besar besaran. Mulai dari pemerintah, kantor-kantor, unit usaha atau bisnis sampai pelajar dan keluarga menyambut dengan suka cita dan bak menyambut tamu agung. Pemerintah memberi waktu libur seluruh Negeri secara khusus dan bersama - sama selama beberapa hari. Demikian pula kantor-kantor Pemerintah maupun swasta, sekolah dan bahkan bisnis, semua menyambut hari raya dengan meliburkan karyawannya sesuai program Pemerintah. Kesempatan itu dipergunakan oleh Bangsa Indonesia untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga baik yang bertempat tinggal di kota dan di desa. Untuk warga yang merantau, momen lebaran ini akan dimanfaatkan sebagai acara mengunjungi orang tua, sanak kerabat dan teman-teman di kampung atau daerah asal perantau tersebut. Acara balik kampung ini disebut dengan acara Mudik.
Untuk melakukan mudik ini, tiap keluarga akan memersiapkan secara cermat dan penuh perhitungan agar acara mudik dapat berlangsung secara aman, lancar dan sukses. Sukses dalam arti lahir dan batin. Sukses lahir dapat diartikan bahwa pemudik dapat bersilaturahmi dengan sanak kerabat dan handai taulan dengan aman, selamat dan menyenangkan. Sedangkan sukses dalam arti batin, pemudik dapat memperoleh kepuasan batin, dapat mengobati rasa rindu kepada kehidupan masa kecilnya setelah selama setahun bergulat dengan kerasnya kehidupan di kota atau daerah lain. Disamping itu dapat membahagiakan orang tua. Yang tidak kalah bahagianya adalah saat bertemu tema-teman masa kecil yang sama-sama merantau, karena masing-masing akan menceritakan pengalamannya bekerja atau berusaha di tanah rantau.
Kegiatan mudik, dilakukan secara serentak oleh hampir seluruh Bangsa Indonesia baik dari kota besar, kota kecil maupun dari Luar negeri. Mengingat jumlah pemudik sangat besar dan berlalu lalang dari satu tempat ke tempat lain pada saat yang bersamaan, sedangkan fasilitas dan sarana terbatas, maka banyak persoalan yang akan timbul sebagai ekses dari kegiatan tersebut. Akibat tersebut berupa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan atau populer disebut ATHG.
Timbulnya ATHG disebabkan karena kegiatan mudik dilakukan dengan meninggalkan rumah dan tempat tinggal, bahkan hampir 75 % penghuni suatu kompleks atau hunian meninggalkan tempat tinggalnya, masalah transportasi, masalah finansial, masalah ketersediaan tempat makan di perjalanan, masalah sarana transportasi dll.
- Masalah keamanan hunian yang ditinggalkan.
- Masalah Transportasi.
- Masalah finansial.
- Masalah Ketersediaan sarana dan bahan makanan.
- Masalah Bahan Bakar Minyak.
1. Masalah keamanan hunian yang ditinggalkan
Pemudik, pada umumnya akan meninggalkan rumah secara total karena seluruh penghuni baik anggota keluarga maupun para pembantu akan mudik. Waktu yang diambil adalah selama masa liburan, yaitu antara satu minggu sampai dua minggu. Hal ini akan berpotensi menimbulkan masalah ATHG, terutama masalah keamanan barang maupun rumah yang ditinggalkan. Masalah tersebut disebabkan baik oleh ulah manusia maupun keadaan lingkungan.
Hal-hal yang dapat menimbulkan ATHG antara lain:
a. Pencurian
Rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong akan sangat menggoda bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yaitu para pencuri yang akan berupaya mengambil harta dari rumah tersebut secara tidak sah. Pencurian dapat dilakukan pada siang hari karena justru kebanyakan orang tidak curiga apabila ada kegiatan pencurian disiang hari.
Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya antar rukun tetangga baik secara terkoordinir maupun secara sendiri-sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Pemudik yang akan meninggalkan rumah hendaklah melapor kepada petugas security setempat.
- Disamping itu Pemudik memberitahukan kepada tetangga terdekat yang kebetulan tidak mudik.
- Kepedulian dari Security dan tetangga, terutama jika ada orang asing atau kegiatan mencurigakan dalam rumah yang ditinggalkan penghuni.
- Melaporkan kepada Polisi atau security dan RT/RW apabila ada hal-hal yang mencurigakan.
b. Kebakaran
Rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong akan sangat rawan terhadap bahaya kebakaran, yaitu kebakaran yang diakibatkan oleh gangguan listrik, petir dan akibat imbas dari tetangga.
Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya antar rukun tetangga baik secara terkoordinir maupun secara sendiri-sendiri. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Pemudik yang akan meninggalkan rumah hendaklah melapor kepada security setempat .
- Disamping itu Pemudik memberitahukan kepada tetangga terdekat yang kebetulan tidak mudik.
- Mematikan semua aliran listrik ke rumah yang tidak diperlukan, yaitu listrik ke peralatan elektonik, lampu rumah yang tidak diperlukan. Hanya nyalakan lampu rumah yang penting yaitu depan, belakang rumah serta satu lampu diruang tengah.
- Matikan saluran kompor gas.
- Melaporkan kepada Polisi atau security, RT/RW, apabila ada hal-hal yang mencurigakan.
2. Masalah Transportasi
Pemudik, pada umumnya akan meninggalkan rumah dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain baik jarak dekat maupun jarak jauh. Pemudik akan mebawa seluruh anggota keluarga maupun para pembantu. Untuk mencapai daerah tujuan diperlukan sarana dan prasarana transportasi, baik sarana transportasi darat, laut maupun udara. Seperti kita ketahui bahwa kegiatan mudik dilakukan secara serentak sedangkan sarana transportasi yang tersedia sangat terbatas. Hal ini akan berpotensi menimbulkan masalah yang serius yang termasuk ATHG, apabila tidak disikapi secara seksama.
Hal-hal yang dapat menimbulkan masalah-masalah antara lain :
a. Kecelakaan
Untuk mencapai tujuan Pemudik akan menggunakan alat transportasi, baik darat, laut dan udara. Mengingat jumlah pemudik jauh lebih besar dari pada jumlah kendaraan yang tersedia, maka agar pemudik dapat terangkut semua semua alat transportasi publik maupun transportasi pribadi akan dimanfaatkan secara maksimal.
Alat transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal dan pesawat terbang akan habis dipesan oleh pemudik. Pada kesempatan ini banyak pihak yang akan mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan secara maksimal. Hal-hal yang perlu diwaspadai ialah adanya perilaku pemilik kendaraan yang dapat menimbulkan ATHG, yaitu pemakaian kapasitas secara berlebih, pemanfaatan pengemudi melebihi jam kerja, sehingga terjadi kelelahan.
Disampin kendaraan umum, juga dipakai kendaraan pribadi. Karena terjadi kemacetan yang tak terduga maka kadang jarak tempuh bisa mencapai waktu tempuh jauh lebih lama. Hal ini dapat mengakibatkan kelelahan bagi pengemudi.
Kelelahan bagi pengemudi yang dipaksakan untuk tetap beroperasi atau berjalan, kondisi mobil yang melebihi jam operasi atau yang lainnya dapat mengakibatkan ancaman ATHG bagi penumpang, berupa kecelakaan berat maupun ringan.
Untuk mengatasi ancaman/ATHG tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Pemudik yang akan menggunakan kendaraan pribadi, harus menyiapkan fisik dan mental dalam perjalanan dimaksud.
- Disamping itu pemudik harus menyiapkan mobil dalam kondisi baik.
- Kepedulian dari pengusaha angkutan dan Pemerintah, untuk menyiapkan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi baik.
- Menaati aturan yang diberikan oleh Pemerintah seperti tarif, kondisi kendaraan, pengemudi, dll.
b. Kenaikan tarif secara sepihak
Apabila kita mengikuti hukum ekonomi, apabila permintaan lebih besar dari ketersediaan, maka tarif akan meningkat. Begitu pula dalam masalah mudik ini, jumlah pemudik jauh lebih besar dari jumlah kendaraan tersedia, sehingga tarif akan naik. Hal ini merupakan ancaman yang bisa terjadi.
Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya antar instansi pemerintah secara terpadu.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Pemerintah mengatur dengan regulasi yang jelas dan menguntungkan semua pihak, baik konsumen maupun pengusaha.
- Dilakukan pemeriksaan dan pemantauan secara intensif, terhadap kepatuhan pelaku usaha atas regulasi yang ditetapkan Pemerintah.
- Kontrol aktif dari Masyarakat terhadap pengusaha dan kenyamanan kendaraan umum.
- Laporkan kepada pihak yang berwajib apabila terdapat penyimpangan masalah tarif angkutan.
3. Masalah ketersediaan Sarana jalan
Pemudik, pada umumnya akan meninggalkan rumah dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain baik jarak dekat maupun jarak jauh. Pemudik akan mebawa seluruh anggota keluarga maupun para pembantu. Untuk mencapai daerah tujuan diperlukan sarana dan prasarana transportasi, baik sarana transportasi darat, laut maupun udara. Tujuan pemudik adalah seluruh pelosok tanah air di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan sampai pulau-pulai kecil dan terpencil.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sarana jalan, baik darat, laut maupun udara. Jalan yang tersedia tidak semua dalam kondisi baik. Hal ini akan berpotensi menimbulkan masalah yang serius berupa ancaman atau ATHG, apabila tidak disikapi secara seksama.
Hal-hal yang dapat menimbulkan masalah-masalah antara lain:
a. Kondisi Jalan
Jalan yang tersedia telah diupayakan untuk diperbaiki guna menyambut pemudik, agar aman dan nyaman. Namun karena kemampuan Pemerintah terbatas maka tidak semua jalan yang tersedia dalam kondisi baik. Bahkan sebagian dalam kondisi yang tidak laik dilalui, namun bagi pemudik tidak ada alternatif lain untuk mencapai rumahnya, sehingga akan dilaluinya jalan yang ada. Hal ini akan menimbulkan masalah ATHG bagi pemudik di seluruh tanah air.
Untuk mengatasi ancaman tersebut, langkah -langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Pemerintah memberikan informasi yang akurat dan seluas-luasnya kepada seluruh pemudik, melalui media elektronik, internet, radio, selebaran, media koran, dll.
- Pemudik harus aktif mencari informasi tentang kondisi jalan, jalan terbaik, jalan tidak macet, dll.
b. Ketersediaan jalan
Untuk mencapai daerah tujuan, pemudik memerlukan sarana dan prasarana transportasi, baik sarana transportasi darat, laut maupun udara. Tujuan pemudik adalah seluruh pelosok tanah air. Sampai saat ini belum semua daerah mempunyai sarana jalan, baik darat maupun laut, apalagi sarana udara. Keterbatasan ini dapat menimbulkan hambatan bagi pemudik. Pemudik harus melewati jalan yang berganti-ganti dengan alat transport yang berganti pula.
Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya sebagai berikut:
- Pemudik harus merencanakan jauh hari sebelum tanggal pelaksanaan.
- Pemudik berhenti untuk menginap, jika malam hari tiba, sehingga lebih aman.
4. Masalah ketersediaan Bahan Bakar Minyak
Pemudik, pada umumnya akan meninggalkan rumah dan bergerak dari satu tempat ke tempat lain baik jarak dekat maupun jarak jauh. Seperti kita ketahui bahwa kegiatan mudik dilakukan secara serentak sedangkan sarana transportasi yang tersedia sangat terbatas. Hal ini akan berpotensi menimbulkan masalah yang serius, apabila tidak disikapi secara seksama.
Hal-hal yang dapat menimbulkan masalah-masalah antara lain:
a. Ketersediaan BBM
Salah faktor lain yang mendukung kelancaran dan keamanan Pemudik adalah ketersediaan Bahan bakar Minyak untuk kendaraan. Mengingat jumlah kendaraan yang banyak sekali maka pelayanan dari SPBU memerlukan waktu lama. Pengendara kadang-kadang harus mengantre cukup lama. Untuk menghindari antrean, kadang pengemudi akan mencari SPBU lain yang lebih sepi. Namun tanpa disadari mobil akan mogok ditengah jalan karena kehabisan bahan bakar.
Untuk mengatasi ancaman tersebut dapat dilakukan dengan melakukan upaya sebagai berikut:
- Pemudik hendaklah mengisi bahan bakar secara penuh setiap ada kesempatan.
- Bila posisi bahan bakar tinggal setengah segera isi bahan bakar di SPBU terdekat.
- Cari informasi keberadaan SPBU sepanjang jalan yang akan dilalui.
Recent Comments