Archive

Archive for the ‘Informatika Lab'z’ Category

Seminar Teknologi: Perkembangan VoIP di Indonesia

March 28th, 2009

Network Laboratory SKJK Jurusan Teknik Informatika – Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) akan mengadakan “Seminar Teknologi: Perkembangan VoIP di Indonesia”

Pelaksanaan Seminar
Senin, 4 Mei 2009, pukul 09.00 s/d 13.00 WIB
Lokasi :
Gedung Serba Guna - IT Telkom
Jl.Telekomunikasi No.1 Terusan Buah Batu
Dayeuhkolot Bandung 40257

Biaya Peserta
Mahasiswa                  : Rp. 25.000/peserta.
Non mahasiswa/umum   : Rp. 35.000/peserta.
Peserta yang mengikuti acara dari awal sampai akhir akan mendapat sertifikat.

Pembicara

Pembicara skala nasional :
Onno W. Purbo
Pendiri Computer Network Research Group (CNRG) ITB dan Knowledge Management Research Group (KMRG) ITB serta Pelopor utama proyek Internet dengan Radio Paket, VOIP Merdeka, dan RT-RW-Net.

Pembicara pendamping:
Dr. M. Zuliansyah, ST., MT
Dosen KBK SKJK (Sistem Komputer dan Jaringan Komputer) Jurusan Teknik Infomatika IT Telkom. Peneliti dan praktisi dalam teknologi VoIP dan wireless.

Susunan Acara :
08.30-09.00     Registrasi Peserta
09.00-09.15     Pembukaan: Sambutan ketua jurusan Teknik Informatika (Fazmah Arif Yulianto, ST.,MT.)
09.15-10.15     Pemaparan pembicara pendamping (Dr. M. Zuliansyah, ST., MT)
10.15-10.30     Sesi tanya jawab 1
10.30-10.35     Pemberian plakat
10.35-11.00     Break (diisi oleh hiburan)
11.00-12.30     Pemaparan pembicara utama (Onno W. Purbo) & simulasi VoIP
12.30-12.45     Sesi tanya jawab 2
12.45-12.50     Pemberian plakat
12.50-13.00     Door Prize & Penutupan
13.00-selesai     Makan siang tamu undangan

Contact Person:
Radit - 08122456687
Dhilla - 085624696990
Info lebih lanjut dapat mengakses website: http://adit279.com/seminar-voip

Pendaftaran seminar dapat melalui email dengan mengirimkan data setiap peserta ke: adit279@yahoo.com
Subject email : voip
Nama Lengkap : …..
Institusi : …..
No HP : …..
email : …..

Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui:
Bank: Mandiri Martadinata Bandung
No Rek: 131-0002369652
Atas Nama : Radityo B
Jika sudah melakukan pembayaran, harap konfirmasikan via sms ke Radit - 08122456687

Alamat surat menyurat:

Network Laboratory SKJK Dept. Teknik Informatika
Jl.Telekomunikasi No.1, Gedung F Lt.2 (F-210)
Institut Teknologi Telekomunikasi (IT Telkom)
Dayeuh Kolot, Bandung 40257 - Indonesia
Email : adit279@yahoo.com

Link WebSite Seminar VoIP IT Telkom:
Info Susunan Acara
Sepintas Teknologi VoIP
Penyelenggara
Peta Lokasi
Panitia
Pendaftaran

Informatika Lab'z , , ,

Dasar Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

1.1 Kelebihan Wireless LAN

Wireless local area network (LAN) adalah sistem komunikasi data yang fleksibel yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless LAN mengirim dan menerima data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

Dengan wireless LAN, user bisa membagi akses informasi tanpa harus mencari tempat sebagai sambungan kabel ke jaringan, dan network manager bisa menset up atau menambah jaringan tanpa harus melakukan instalasi atau pun penambahan kabel. Wireless LAN menawarkan beberapa kelebihan seperti produktivitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi biaya bila dibandingkan dengan jaringan kabel tradisional.

  • Mobility: Sistem wireless LAN bisa menyediakan user dengan informasi access yang  real-time, dimana saja dalam suatu organisasi. Mobilitas semacam  ini sangat mendukung produktivitas dan peningkatan kualitas pelayanan apabila dibandingkan dengan jaringan kabel
  • Installation Speed and Simplicity: Instalasi sistem wireless LAN bisa cepat dan sangat mudah dan bisa mengeliminasi kebutuhan penarikan kabel yang melalui atap atau pun tembok.
  • Installation Flexibility: Teknologi wireless memungkinkan suatu jaringan untuk bisa mencapai tempat-tempat yang tidak dapat dicapai dengan jaringan kabel.
  • Reduced Cost-of-Ownership: Meskipun investasi awal yang dibutuhkan oleh wireless LAN untuk membeli perangkat hardware bisa lebih tinggi daripada biaya yang dibutuhkan oleh perangkat wired LAN hardware, namun bila diperhitungkan secara keseluruhan, instalasi dan life-cycle costnya, maka secara signifikan lebih murah. Dan bila digunakan dalam lingkungan kerja yang dinamis yang sangat membutuhkan seringnya pergerakan dan perubahan yang sering maka keuntungan jangka panjangnya pada suatu wireess LAN akan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan wired LAN.
  • Scalability: Sistem wireless LAN bisa dikonfigurasikan dalam berbagai macam topologi untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Konfigurasi  dapat dengan mudah diubah Mulai dari jaringan peer-to-peer yang sesuai untuk jumlah pengguna yang kecil sampai ke full infrastructure network yang mampu melayani ribuan user dan memungkinkan roaming dalam area yang luas.

1.2 Cara Kerja Wireless LAN

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk  menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan secara fisik. Gelombang radio biasa digunakan sebagai pembawa karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga bisa diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi dari pembawa oleh sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier bisa ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver (transceiver) device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standard. Sebuah access point bisa mensupport sejumlah group kecil dari user dan bisa dipakai dalam jarak beberapa puluh meter. Access point biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk mendapatkan cakupan yang dikehendaki. End user access  wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held computer.

Read more…

Informatika Lab'z , ,

Kelemahan/Ancaman Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

Masalah keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam jaringan komputer, terutama dalam jaringan wireless. Kehadiran berbagai vendor produk wireless yang menyajikan beragam produk dengan harga terjangkau turut andil menjadi pendorong maraknya penggunaan teknologi wireless. Teknologi wireless ini tidak hanya cocok untuk digunakan pada kantor ataupun pengguna bisnis. Pengguna rumahan juga bisa menggunakan teknologi ini untuk mempermudah konektivitas. Makalah ini lebih ditujukan untuk memberikan informasi mengenai ancaman serta cara cepat dan mudah untuk mengamankan jaringan wireless. Seperti sudah dibahas di awal, teknologi wireless memang relatif lebih rentan terhadap masalah keamanan. Sesuai namanya, teknologi wireless menggunakan gelombang radio sebagai sarana transmisi data. Proses pengamanan akan menjadi lebih sulit karena Anda tidak dapat melihat gelombang radio yang digunakan untuk transmisi data.

Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Seringkali wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address, remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut masih standart bawaan pabrik.

WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offline.

Beberapa kelemahan pada jaringan wireless yang bisa digunakan attacker melakukan serangan antara lain:

1. Celah Keamanan

Banyak pengguna jaringan wireless tidak bisa membayangkan jenis bahaya apa yang sedang menghampiri mereka saat sedang berasosiasi dengan wireless access point (WAP), misalnya seperti sinyal WLAN dapat disusupi oleh hacker. Berikut ini dapat menjadi ancaman dalam jaringan wireless, di antaranya:

- Sniffing to Eavesdrop

Paket yang merupakan data seperti akses HTTP, email, dan Iain-Iain, yang dilewatkan oleh gelombang wireless dapat dengan mudah ditangkap dan dianalisis oleh attacker menggunakan aplikasi Packet Sniffer seperti Kismet.

- Denial of Service Attack

Serangan jenis ini dilakukan dengan membanjiri (flooding) jaringan sehingga sinyal wireless berbenturan dan menghasilkan paket-paket yang rusak.

- Man in the Middle Attack

Peningkatan keamanan dengan teknik enkripsi dan authentikasi masih dapat ditembus dengan cara mencari kelemahan operasi protokol jaringan tersebut. Salah satunya dengan mengeksploitasi Address Resolution Protocol (ARP) pada TCP/IP sehingga hacker yang cerdik dapat mengambil alih jaringan wireless tersebut.

- Rogue/Unauthorized Access Point

Rogue AP ini dapat dipasang oleh orang yang ingin menyebarkan/memancarkan lagi tranmisi wireless dengan cara ilegal/tanpa izin. Tujuannya, penyerang dapat menyusup ke jaringan melalui AP liar ini.

- Konfigurasi access point yang tidak benar

Kondisi ini sangat banyak terjadi karena kurangnya pemahaman dalam mengkonfigurasi sistem keamanan AP.

Kegiatan yang mengancam keamanan jaringan wireless di atas dilakukan dengan cara yang dikenal sebagai Warchalking, WarDriving, WarFlying, WarSpamming, atau WarSpying. Banyaknya access point/base station yang dibangun seiring dengan semakin murahnya biaya berlangganan koneksi Internet, menyebabkan kegiatan hacking tersebut sering diterapkan untuk mendapatkan akses Internet secara ilegal. Tentunya, tanpa perlu membayar.

2. Hide SSID

Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang di-hidden antara lain: kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack dan masih banyak lagi. Berikut meupakan aplikasi Kismet yang secang melakukan sniffing.

hide-ssid

Read more…

Informatika Lab'z

Pegamanan Jaringan Wifi (Wireless Fidelity)

December 14th, 2008

Jika menggunakan jaringan kabel biasa, tentu bisa dipastikan bahwa kabel yang digunakan tidak akan disadap secara fisik. Hal tersebut tidak bisa Anda lakukan pada jaringan wireless. Kita tidak bisa menjaga sesuatu yang Anda sendiri tidak bisa melihatnya, yaitu gelombang radio. Inilah yang membuat proses pengamanan jaringan wireless menjadi lebih sulit.Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan jaringan wireless. Memang, tidak ada yang bisa menjamin jaringan wireless akan 100% aman, namun setidaknya metode yang digunakan akan cukup efektif untuk mempersulit para penyusup untuk masuk ke dalam jaringan wireless. Ada beberapa trik terbaik yang dapat diimplementasikan dengan mudah untuk meningkatkan keamanan wireless ini. Dengan cara tersebut, jaringan wireless diharapkan akan menjadi lebih aman dari kemungkinan serangan para penyusup.

1. Memakai enkripsi.

Data dikirimkan melalui gelombang radio. Jadi, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin keamanan data. Bisa saja para penyusup menyadap semua data yang lewat, tentunya tanpa diketahui. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAP) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. WEP memang mempunyai beberapa lubang di keamanannya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk mengatur metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, AP tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan gunakan WEP dengan tingkat enkripsi yang lebih tinggi. Pada umumnya, device WLAN memiliki enkripsi WEP 40, 64, atau 128 bit. Perangkat yang lebih baru bahkan menyediakan tingkat enkripsi sampai 256 bit. Semakin tinggi tingkat enkripsi WEP yang Anda gunakan memang akan menjadikan jaringan semakin aman. Namun di sisi lain, tingkat enkripsi yang semakin tinggi juga akan memperlambat kinerja jaringan karena akan membebani AP/CPU dalam melakukan proses decrypt. Namun, apabila ada yang mencoba melakukan hacking, waktu yang dibutuhkan menjadi lebih lama. Pada umumnya, pilihan enkripsi WEP 128 bit (dipotong IV 24 bit menjadi 104 bit) merupakan kombinasi ideal untuk kecepatan dan keamanan.

2. Gunakan enkripsi yang kuat.

Karena kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA). WPA menggunakan protokol Temporary Key Integrity Protocol (TKIP) yang relatif lebih aman karena sebelum proses transfer berlangsung, kedua belah pihak sudah menyepakati kunci khusus. Password yang digunakan hanya akan dikirimkan sekali. Dengan menggunakan kunci khusus yang telah disepakati, setiap paket data akan mendapatkan kunci yang berbeda untuk proses enkripsi. Dengan cara ini, para penyusup seharusnya tidak bisa mendapatkan kode asli. Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP.

gunakan-enkripsi-yang-kuat

Read more…

Informatika Lab'z , ,

New Technology File System (NTFS)

December 10th, 2008

Sekilas Sejarah NTFS

Pada awal tahun 1990, Microsoft ingin menciptakan suatu system file yang memiliki kualitas dan kecepatan tinggi serta dapat menjamin dan mengamankan sistem operasi. Saat itu, Microsoft telah memiliki system operasi yaitu MS-DOS dan Windows 3.x yang diharapkan memiliki kelebihan tersendiri untuk menyaingi UNIX dan system operasi lainya. Salah satu kelemahan dari system operasi MS-DOS dan Windows 3.x yaitu system ini masih tergantung pada file system FAT dimana file system ini memiliki banyak kekurangan dalam hal penyimpanan data dan proses manajemen file.

Pada saat yang bersamaan, Microsoft akan membuat suatu system operasi yang terbaru yaitu Windows NT. Oleh karena itu, untuk menghindari timbulnya kelemahan dari system operasi tersebut akibat penggunaan file system FAT, maka Microsoft harus membuat file system baru yang tidak lagi bergantung pada file system FAT. File system itu kemudian diberi nama New Technology File System atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama NTFS.

Microsoft membuat desain dari file system NTFS ini berdasarkan analisis kebutuhan dari system operasi baru yang akan dibuatnya. Bagaimanapun NTFS tidak seluruhnya baru, sebab sebagian dari konsopnya didasarkan pada file system yang lain.

Fitur Utama NTFS

NTFS merupakan sebuah sistem file yang fleksibel dan ampuh sebagaimana yang dapat kita lihat dalam model sistem file sederhana. Fitur yang paling bermanfaat dari NTFS antara lain yaitu:

  • Recoverabilitas: tinggi dalam daftar dari persyaratan untuk sistem file W2K yang merupakan kemampuan untuk kembali dari sistem yang hancur dan kesalahan disk. Dalam kesalahan ini, NTFS mampu untuk mengonstruksikan kembali volume disk untuk sebuah keadaan yang konsisten. Ini dilakukan dengan menggunakan sebuah model pemrosesan transaksi untuk perubahan sistem file; masing-masing perubahan yang signifikan diperlakukan sebagai sebuah aksi atomik yang seluruhnya dilakukan atau tidak dilakukan sama sekali. Masing-masing transaksi yang berada dalam proses waktu dari kesalahan merupakan bagian dari proses back up atau proses penyelesaian. Sebagai tambahan, NTFS menggunakan penyimpanan yang berulang untuk data sistem file kritis sehingga kesalahan dari sebuah sektor disket tidak berakibat hilangnya dari data yang menjelaskan struktur dan status dari sistem file.
  • Security (keamanan): NTFS menggunakan model objek W2K untuk mendorong keamanan. Sebuah file terbuka diimplementasikan sebagai sebuah objek dengan sebuah penjelasan keamanan yang mendefinisikan dalam atribut keamanan.
  • Disk yang besar dan file yang besar: NTFS mendukung disk yang sangat besar dan file yang sangat besar yang lebih efisien dibandingkan dengan sistem file lainnya termasuk FAT.
  • Arus Data Multiple: isi aktual dari sebuah file diperlakukan sebagai sebuah arus byte. Dalam NTFS memungkinkan untuk mendefinisikan sebuah arus data multiple untuk sebuah file tunggal. Sebuah contoh dari utilitas fitur ini adalah membolehkan W2K digunakan oleh sistem Macintosh terpisah untuk menyimpan dan mengembalikan file. Dalam Macintosh, masing-masing file memiliki dua komponen, data file dan sebuah sumber fork yang mengandung informasi tentang file. NTFS memperlakukan dua komponen ini sebagai dua arus data.
  • Fasilitas Indeks Umum: NTFS mengasosiasikan sebuah koleksi atribut dengan masing-masing file. Kumpulan dari deskripsi file dalam sistem manajemen file diorganisasikan sebagai sebuah database relasional sehingga file dapat diindeks oleh atribut mana saja.

Read more…

Informatika Lab'z

Model Driven Architecture (MDA)

December 10th, 2008

Pendahuluan

a. Latar Belakang

Design merupakan bagian terpenting dari tahapan pembangunan perangkat lunak. Bila kesalahan terdapat pada tahap ini, maka bisa menimbulkan kesalahan pada perangkat lunak yang terbangun nantinya. Biasanya tahap coding yang bertujuan untuk mengimplementasikan design harus dilakukan manual, dan hal ini menghabiskan cukup banyak waktu pengembangan perangkat lunak. Melihat permasalahan ini, dibutuhkan suatu pendekatan baru yang berfokus pada design dan tidak terganggu oleh proses coding. Model-Driven Architecture merupakan pendekatan baru yang bisa mengakomodir kepentingan ini.

b. Pengertian MDA

MDA atau Model-Driven Architecture merupakan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang berfokus kepada tahap modelling. MDA memisahkan antara application logic dan business logic, sehingga pembangunan software hanya perlu berfokus pada pemodelan tanpa dipusingkan oleh coding. MDA tools menyediakan kemudahan untuk men-generate code dari design atau model yang sudah dibuat. Selain itu, model yang sudah dibuat dapat digunakan kembali apabila suatu saat akan dibuat perangkat lunak serupa dengan platform yang berbeda.

Read more…

Informatika Lab'z

Model View Controller (MVC)

December 10th, 2008

Pengembangan perangkat lunak akan selalu mengalami perubahan, terutama perubahan kode pada interface suatu aplikasi, karena interface merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan user , dan inilah yang menjadi hal mendasar bagi user demi  kemudahan penggunaan aplikasi. Dengan perubahan yang terjadi, maka akan muncul potensi untuk terjadi perubahan juga pada bagian lainnya, dan akan menjadikan system menjadi semakin kompleks dan rumit.

Untuk  mengatasi masalah tersebut, maka diperkenalkanlah sebuah arsitektur  atau pola yang disebut Model View Controller (MVC). Model View Controller (MVC) adalah sebuah pola yang dapat membangun proyek perangkat lunak lebih efektif karena dilakukan dengan memilah komponen antara Model, View, dn Controller pada bagian- bagian dalam proyek.

Dalam MVC dikenal tiga komponen pembangun, di mana ada interaksi yang terjadi di antara mereka.

mvc Read more…

Informatika Lab'z

Extreme Programming (XP)

December 10th, 2008

Abstrak

Extreme Programming (XP) merupakan salah satu metodologi dalam rekayasa perangkat lunak dan juga merupakan satu dari beberapa agile software development methodologies yang berfokus pada coding sebagai aktivitas utama di semua tahap pada siklus pengembangan perangkat lunak (software development lifecycle). Metodologi ini mengedepankan proses pengembangan yang lebih responsive terhadap kebutuhan customer (”agile”) dibandingkan dengan metode-metode tradisional sambil membangun suatu software dengan kualitas yang lebih baik.

Extreme Programming muncul menawarkan sebuah disiplin baru dalam pengembangan software secara agile. Nilai dasar yang terkandung di dalam Extreme Programming adalah: Komunikasi (Communication), Kesederhanaan (Simplicity), Umpan balik (Feedback) Keberanian (Courage) dan menghormati (Respect).

Kata Kunci: Extreme Programming, agile, coding, komunikasi, kesederhanaan, umpan balik, keberanian, menghormati.

Latar Belakang XP

Requirement yang berubah dengan cepat menuntut lifecycles yang lebih pendek, dan tidak selaras dengan metoda pengembangan tradisional, yang pada umumnya memerlukan disain luas di awal dan mengakibatkan perubahan desain yang terjadi kemudian memerlukan biaya yang lebih tinggi atau kehilangan milestones.

Berdasarkan hal ini kemudian dilahirkan konsep XP yang digagas oleh Kent Beck dan Ward Cunningham pada Maret 1996. Metode XP merupakan yang terpopuler dari beberapa metodologi pengembangan software yang dipakai untuk mengimplementasikan proyek pengembangan perangkat lunak.

Read more…

Informatika Lab'z